Wednesday, December 13, 2006

Mi Sagu


Aha! Ini adalah photo hasil jepretan saya sendiri, saya cukup senang dengan hasil bidikan ini, walaupun hasil masih kurang hehehehe… Tapi inilah yang terbaik menurut saya, karena beberapa photo sebelumnya gagal, fokusnya tidak tepat, photo buram, kelihatan sinar mataharinyalah dan lain sebagainya. Alhamdulillah, sekali ini berhasil.

Sudah beberapa hari photo ini menjadi wallpaper di komputer saya. Puji syukur kepada Allah, setiap orang yang memandang photo ini pasti memberikan pujian. Dari sisi mana hingga mereka memuji, saya sendiri tidak tahu. Apakah hasil bidikan saya bagus ataukah karena makanan yang saya bikin itu menyelerakan. Tapi menurut saya, cenderung karena objek yang saya photo itu adalah mi sagu.

Mi sagu adalah makanan kegemaran masyarakat melayu Selatpanjang. Kenapa mi sagu? Karena sejak dahulu kala Selatpanjang merupakan daerah penghasil sagu, dan sagu menjadi makanan pokok. Namun sekarang telah bergeser kepada beras (nasi). Walaupun demikian, mi sagu tetap menjadi kegemaran masyarakat melayu Selatpanjang, bahkan masyarakat suku lain yang tinggal di Selatpanjang juga suka dengan mi sagu.

Biasanya, orang yang telah lama meninggalkan Selatpanjang, pasti teringat dengan mi sagu. Dan bila mereka pulang kampung (Selatpanjang), pasti yang dicari adalah mi sagu. Belum lama ini, ada teman saya yang lagi hamil mengidam mi sagu. Meskipun daerah tempat tinggalnya jauh dari Selatpanjang, dia minta dikirimkan mi sagu mentah dari Selatpanjang.

Sekarang, penyajian makanan ini sudah beragam. Ada yang disajikan dengan telur, udang basah ataupun udang kering (ebi), dan lainnya. Mi sagu diolah sedemikian rupa sesuai dengan selera peminatnya. Namun, penyajian mi sagu klasik (seperti di photo), yang hanya ditaburi ikan bilis (tri) dan daun kucai, tetap menjadi favorit. Apalagi mi sagunya dibungkus pakai daun pisang, aromanya menjadi khas sekali.

Spesialnya lagi mi sagu ini lagi adalah ia menjadi makanan diet bagi penderita kencing manis atau diabetes. Diet dengan menyantap makanan dari sagu terbukti mampu menurunkan gula darah penderita diabetes, karena kandungan karbohidrat dalam sagu sangat rendah sekali.

Nah, bagaimana dengan Anda? Pernahkah merasa masakan mi sagu? Kalau ada yang belum pernah mencicipinya dan ingin sekali mencoba, jangan segan-segan minta dengan saya. Insya Allah, bila Anda menjejakkan kaki di Selatpanjang akan saya traktir makan mi sagu, atau apakah Anda ingin mencicipi mi sagu buatan saya?

Sebagai penutup tulisan ini saya ingin berpantun. Semoga aja pantunnya tepat hehehe…

Pergi ke laut mencari ikan
Perahu dilayarkan menuju utara
Meski banyak makanan yang dihidangkan
Hanya mi sagu membuka selera

Jika tuan dan puan hendak ke hulu
Carikan saya selendang panjang
Jika tuan dan puan teringin mi sagu
Marilah datang ke Selatpanjang

14 comments:

Anonymous said...

o mak kakak rahmi nak bongko selere kite niii... boleh lah nanti kite cari mi sagu. menurut ana mi sagu spesial. spesialnye buatan kak rahmi. bio kite dapat memastikan. apekah mi sagu die tak hanye sedap dipandang mate. tapi lezat juge sampai disantap. ye tak kak...

cik siti memasang pelite
pelite dipasang di tepi pare
cik rahmi datang membuka selere
tunggu ape lagi mi sagu mane die

Cik Siti said...

Hahaha.... saye tunggu fii balik kampung ye. Tapi jangan lupe, bawakan buah tangan dari mesir tu ye... barter dengan mi sagu hehehe...

Anonymous said...

assalamualaikum cik siti,salam kenal ajo ye............saya rindu betul dengan selatpanjang,salam tu anak alah air timur ok....cik siti jangan lupe mi sagunya

Anonymous said...

cik siti bisa gak carikan alamtnya anto yang kulyah di mesir dan hasbi, yang perginya tahun 2004 da anto dari mesir serta anto dari siak,,,mereka teman saya yng sudah lama terputus komunikasi,,,dari sri hartati ,,,,,

Anonymous said...

cuma mo kenalan aja. lihat tulisan cik siti asyik juga.punya teman dari kampung melayu asyik juga.boleh nih kenalan?
kenalin, nama aku musyasy, sekarang lagi pusing bikin skripsi, baca tulisan cik siti jadi malu nih....buat skripsi gak jadi-jadi.
ok deh aku tunggu balesan dari cik siti di musyasy_alpasha@yahoo.com.
terimalah salam perkenalanku.
"sya"

Anonymous said...

wahhhhhhhhh sedap tu mie sagu???
jadi nanti kite balik ke selatpanjang makan mie sagu dekat mane???? mie sagu bude ajelah eeeeeeee yang dekat rintis tu.... tak mungkin orang selatpanjang tak tau mie sagu bude,oye anak selatpanjang punye millest sendiri tak???

Anonymous said...

Siti, boleh kenalan? nama saya Dora. kemarin baru baca di Kompas tentang Mi Sagu dari Selat Panjang yang terkenal. tapi disitu gak disitu gak diberi tahu seberapa banyak pembuat mi sagu di Selat Panjang? dan apakah sudah ada badan dari pemerintah atau LSM atau lainnya yang membina UKM disana?
karena saya lihat, potensi tersebut sangat besar untuk kemajuan Selat Panjang. oiya, selain mi sagu, apalagi yang dihasilkan oleh Selat Panjang?
wah banyak nanya ya saya? habis tertarik sekali sih. terima kasih Siti...

Cik Siti said...

Terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan komentarnya.Mohon maaf karena reply dari saya lambat, sekarang di Selatpanjang lagi ada krisis PLN yang membuat saya tidak bisa online. Sekarang ini saya harus ol dari warnet yang bikin saya tak nyaman.
Insya Allah pertanyaan teman2 akan saya jawab nantinya.

Cik Siti said...

Hari ini saya punya kesempatan untuk membalas komentar dari teman-teman. dan akan saya jawab satu persatu.

Jawaban untuk Sri:
Sri, mohon maaf saya tidak bisa membantu. Karena saya tidak kenal dengan Anto dan juga tidak berada di mesir. Mungkin Sri bisa minta bantuan dari Fii

Jawaban buat Sya:
Salam kenal juga ya! Kenape harus malu dengan saye? Saye yang harusnye malu dengan Sya yang bisa kuliah sedangkan saye tidak. Sya, jangan putus. Tak ada yang susah kalau dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Teruskan kerjakan skripsi tu, semoga sukses ;)

Jawaban buat anonymous:
Aha! Mi sagu bude di rintis tu memang sedap, tapi nak pergi ke sane tu jauh betul. Tapi kalau mike balik ke Slp, saye bisa temankan makan di sane. Saye tunggu ye..

Jawaban buat Dora:
Hallo Dora, silakan mau kenalan, boleh-boleh saja dan kirimkan email ke ami_259@yahoo.com.
Pembuat mi sagu di Selatpanjang memang cukup banyak, mereka cuma industri rumah, yang produksinya tidak lebih dari 20 kg. Saya rasa belum ada badan pemerintah LSM yang membina UKM di Selatpanjang. Keliatannya Dora tertarik sekali dengan sagu. Ayo dong, main2 ke Selatpanjang

Edy Chandra said...
This comment has been removed by the author.
Anonymous said...

samlekom makcik siti..
dah lamo tak makan mi sagu.. rindu pula rasonyo..
kuuuss semangat.. kece tekak ni.
makcik makcik... salam kenal he..
makcik ado anak gadis tak? sayo ni belom bekawen lagii..tengah cari-cari dambaan hati lah ni.. he he he..
salam takzim
http://keletah.wordpress.com

Anonymous said...

eh kak siti..

kepale pak atan rambutnye botak
botak disebab karna makan hati
saye telah link blog akak
begitu pula hendaknya akak siti

Indra G Siu said...

mi sagu............. slp original recipe?
no taste like it, believe it!!

Bloglawas said...

Yang Berada di luar daerah Kab.Meranti
Yang Mau Order Mie Sagu.. Cek disini Ya
http://miesagu.suckittrees.com/

PeTuaH

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan