Tuesday, October 10, 2006

Perselisihan Surga dan Neraka

Ada sebuah tulisan di Febdian.net yang berjudul Nabi-nabi Penjelajah Antariksa, yang didalam tulisan tersebut mengatakan bahwa surga dan neraka belum ada pada saat ini. Hal ini mengingatkan saya kepada kisah dua sahabat saya. Mereka memperdebatkan masalah surga dan neraka. Yang satu mengatakan bahwa surga dan neraka itu sudah ada, sedangkan pendapat sahabat saya yang satunya lagi berbeda, ia mengatakan bahwa surga dan neraka belum ada pada saat ini.

Saya yang tidak punya banyak ilmu untuk memahami masalah ini hanya duduk diam memerhatikan kedua sahabat yang saling bertegang urat leher itu. Saya juga tidak terlalu menghiraukan dengan apa yang mereka perdepatkan. Walaupun saya lebih cendrung pada pendapat salah satu dari sahabat itu. Dalam hati kecil kecil saya cuma berkata, kenapa harus diperdebatkan.

Tapi suatu saat saya pasti akan mendapat pertanyaan dimakah surga dan neraka itu, dan apakah ia benar-benar ada? Pertanyaan seperti itu bisa datang dari siapa saja, bahkah anak kecil yang baru berumur 3 tahun. Alangkah sayangnya jika suatu saat nanti, jika saya memiliki anak dan ia akan bertanya tapi saya tidak bisa menjawabnya. Sekarang ini saja saya sudah direpotkan oleh keponakan-keponakan saya yang rasa ingin tahunya sangat besar.

Dalam Al Qur’an saya hanya mendapatkan gambar-gambaran surga dan neraka, tidak saya temukan ayat yang mengatakan bahwa surga dan neraka itu sudah ada saat ini ataupun mengatakan surga itu belum ada saat ini. Akhirnya saya labuhkan pertanyaan ini kepada Ayah saya.

Pengetahuan manusia tentang hal-hal ghaib sangat terbatas. Sebagai umat Islam kita diwajibkan meyakini hal-hal ghaib. Begitulah yang dikatakan Ayah saya. Untuk memuaskan hati saya, sehari sebelum Ramadhan Ayah menghadiahkan sebuah buku kepada saya yang berjudul I’itiqad Alhussunnah Wal-Jama’ah.

Buku tersebut menguraikan perselisihan faham antara golong-golongan yang ditimbul dalam agama Islam. Dan perpecahan atau perselisihan faham tersebut sebelumnya sudah diprediksi oleh Baginda Rasulullah Saw.

Sabda Baginda Rasulullah Saw:

Maka bahwasanya siapa yang hidup (lama) diantaramu niscaya akan melihat perselisihan (faham) yang banyak. Ketika itu pegang teguhlah Sunnahku dan Sunnah Khalifah Rasyidin yang diberi hidayah. Pegang teguhlah itu dan gigitlah dengan gerahammu.” (HR. Imam Abu Daud dll).

Perselisihan faham antara kedua sahabat saya tadi, adalah salah satu dari yang diucapkan Baginda Rasulullah dalam hadits di atas.

Jauh sebelumnya, saya meyakini bahwa surga dan neraka itu memang ada pada saat ini. Saya tidak punya alasan yang cukup kuat untuk ini. Cuma saya punya konsep yang sangat sederhana. Surga adalah tempat yang dijanjikan oleh Allah bagi umat yang mentaatiNya, sedangkan neraka adalah ancaman bagi mereka yang mengingkari Allah SWT.

Ketika masih kecil, saya sering mendapat ancaman dari orang tua, jika tidak mengaji akan dirotan. Rotan disini berperan sebagai ancaman bagi saya jika tidak mengaji. Kenapa harus rotan? Kenapa bukan diberi ancaman yang lain? Jawabannya karena orang tua saya memang memiliki rotan dan menyediakan rotan sebagai hukuman untuk anak-anaknya yang tidak mengaji.

Sebagian orang tua suka memberikan imbalan atau janji kepada anaknya jika meraih prestasi yang cemerlang. Misalnya jika puasa penuh 30 hari atau dapat juara 1 di kelas, maka orang tua akan menghadiahkan liburan ke suatu tempat wisata. Tentu saja tempat wisata itu sudah ada. Tidak mungkin dijanjikan dengan tempat yang tidak ada ataupun belum ada.

Seorang yang kakinya pincang gak akan mengancam akan menendang, perampok yang cuma punya golok tidak akan mengancam akan menembak. Seorang tidak akan mengajak ke Ancol bila Ancol tidak ada pada saat ini di Jakarta. Jadi menurut saya Allah SWT tidak akan memberi ancaman neraka, menjanjikan surga, menceritakan gambaran-gambaran neraka atau surga bila keduanya itu tidak ada, atau belum diciptakan.

Tapi apa yang saya ucapkan ini bukanlah berarti saya menyamakan Allah dengan manusia. Tiada satu apapun yang bisa menandingi kekuasaan Allah dan tiada satupun yang menyerupaiNya.

Bila ada yang tidak sependapat dengan saya, silahkan beri komentar, mungkin saja pendapat saya yang salah. Tapi jangan ajak saya berdebat tentang ini. Untuk apa memperdebatkan surga dan neraka ada atau tidak pada saat ini? Dari pada memperdebatkan ini lebih baik saya mencari jawaban bagaimana jalan mencapai ke surga dan terhindar dari neraka.

Bisa jadi apa yang saya yakini ini adalah salah, bisa jadi pendapat yang lainnya benar. Mudah-mudahan, siapa-siapa yang salah akan mendapat hidayah dari Allah, kembali ke jalan yang benar, dan siapa-siapa yang benar akan selalu dilindungi Allah dalam kebenarannnya yang diyakininya itu.

8 comments:

Anonymous said...

He he.... lame tak menulis cik... Sekali muncul langsung kasih pertanyaan...
Sepertinya pernah deh... ada obrolan tentang ini....
Menurut saye nih, surga and neraka (nyang adenye di akhirat kann...) itu sudah ade sejak dunia diciptakan. Ingat kisah adam dan hawa, kisah isra' mi'raj. Hal itu cukup menjelaskan.
Kalau mau lebih jelas, saye ade bahan bacaan buku, judulnya "Ternyata Akhirat Tidak Kekal" karangan Agus Mustofa.
Semoga membantu.

Cik Siti said...

Hi Anonimous!
Aneh rasanya manggil pake anonymous. Bagusnya pake nama asli dunk supaya saya bisa kenal. Kata orang sih, tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta, tak cinta maka tak hidup (kalimat terakhir bikinan saya hehehehe...)

Wah, asik nih, dapat pinjaman buku, terima kasih ya, bisa buat nambah wawasan.

Emang tuh banyak buku2 yang berbeda pendapat tentang surga dan neraka.
Manusia gak akan bisa mengukur ilmu Allah. Ilmu yang dimiliki manusia ibarat setetes air di samudra luas.

Mari...mari... cari jalan ke surga...
Ramadhan ini rasanya waktu yang pas buat kumpulin tiket buat ke surga.
Oh ya, selamat berpuasa yah, semoga anonymous menjadi ahli surga

Anonymous said...

he he... ente sdh kenal kok sama ane. kan kite pernah ngobrol ttg surga dan neraka.

Cik Siti said...

Waah.. Rudy yah... iya, saya ingat, kita pernah ngobrol tentang itu, udah lama sekali. Kalau boleh jujur waktu itu saya kurang tertarik hehehehe..., tapi bagaimanapun dari obralan itu membuat kita jadi teman dekat :)

Sekarang lagi dimana? masih di PKU?
Oh ya, kemarin di awal Ramadhan ada cerita seru tentang Pegawai Bea Cukai Selatpanjang, mereka berkelahi dengan Pak Polisi hehehehe.... Pegawai Bea Cukai apa emang suka berkelahi?

Anonymous said...

Bea Cukai hanya berkelahi sama yang resek. Kalau yg resek itu polisi yaahh berantem ajalahhh... polisi lagi banyak kehilangan lahan.

Ngomong2... anak sudah berapa?

Cik Siti said...

yee... Bukan Pak Polisi yang rese. Masa pegawai BC kebut-kebutan di jalan yang dijadikan pasar jajanan ramadhan. Udah tau jalan lagi sibuk, eh ngebut pula. udah gitu tidak menghormati Polisi yang lagi tugas mengatur lalu lintas. Diperingatin supaya jangan ngebut, tapi tetap aja ngebut, sengaja mencari masalah dengan polisi. Siapa yang rese tuh?

Wah nanya soal anak nih.
Mudah-mudahan saya akan dikarunia anak-anak yang soleh dan soleha. Tentu saja sebelumnya saya harus mempunyai seorang suami yang sah dan diridhoi Allah :)

Oh ya, Rudy sudah menemukan "warna biru"?

Anonymous said...

Kalau mmg BC nya yg salah kenapa mesti berantem, kenapa gak dtangkap aja trus ditilang.... kan katanya polisi... gak berani tilang orang BC ya... karena udah saling tahuu...
Itulah potret birokrat kita... itu baru di level bawah... gimana dilevel menteri, dpr, ma, jaksa....

Saya lagi kehilangan makna warna biru....

Cik Siti said...

Ketika di samudra yang biru, tidak kita temukan air yang biru bila di telapak tangan, dan langit juga gak biru bila di angkasa. Tapi yakinlah sebenarnya tersimpan sejuta rahasia Illahi disana yang akan membuat kita kagum. Find it...

PeTuaH

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan