Wednesday, October 19, 2005

Tulisan Saya di Febdian.net

Febdian.net, tempat saya mulai belajar merangkai kata, menyusun kalimat sehingga menjadi sebuah tulisan yang bisa dibaca. Pemiliknya adalah seorang kenalan yang saya kenal lewat mIRC server indonet (bukan indonet allnetwork). Beliau juga yang mengajari saya menulis dan selalu mau menjadi editor untuk saya. Mau tahu lebih dalam tentang pemiliknya dan apa aja yang ada di sana, layarilah Febdian.net.

Sebenarnya saya tidak yakin, saya bisa menulis. Tapi karena didorong terus, akhirnya dengan izin Allah saya bisa menulis. Ada beberapa tulisan saya yang dimuat di Febdian.net, yaitu:

Bila Aku Mati
Berisikan ungkapan perasaan saya ketika melihat korban pesawat Mandala di Padang Bulan, Medan. Pada tulisan ini saya mencoba menggambarkan apa yang saya rasakan jika saya berada pada pesawat naas tersebut, yaitu merasakan kematian.

Ada Apa Pada Sebuah Nama
Tulisan ini terilham pada saat saya chating dengan seorang kenalan, ketika saya tanyakan namanya, dia menjawab “Apalah artinya sebuah nama.” Jadi pada tulisan ini saya mencoba menjelaskan makna sebuah nama yang berikan oleh orang tua kita, dan sunah Rasul yang menyuruh umatnya untuk memberikan nama yang indah. Tulisan ini banyak mendapat komentar tapi bukan tulisan saya yang dikomentari, melainkan sebuah ungkapan yang diucapkan oleh teman saya Febdian dalam tulisan tersebut.

Teguran Setan dan Bell’s Palsy
Mungkin tidak banyak yang tau apa itu Bell’s Palsy, dan apa hubungannnya dengan setan. Bell’s Palsy adalah penyakit yang pernah diderita oleh anak saudara saya, M. Irfan Maulana. Kebanyakan masyarakat banyak yang menganggap Bell’s Palsy adalah penyakit yang disebabkan oleh gangguan makhluk halus, tapi sebenarnya bukan itu penyebabnya.

Durian ‘The King Of The Fruit’
Nah, ini adalah tulisan yang saya tulis ketika musim durian di Selatpanjang. Tulisan ini menceritakan kenapa durian disebut sebagai raja buah, dan bahaya memakan durian dalam jumlah yang berlebihan. Saya juga memberikan tips orang kampung untuk menurunkan panas dalam yang disebabkan makan durian.

Ilmu Memilih Durian
Ini adalah sambungan dari tulisan saya yang berjudul Durian ‘The King Of The Fruit’. Di sini saya menulis cara-cara memilih durian yang baik yang biasa digunakan oleh pecinta durian. Tulisan ini saya sajikan dengan sedikit menyanyah agar lebih menarik dari tulisan yang sebelumnya.

H2O Beriya’ Tanda Tak Dalam
Diantara tulisan-tulisan saya, ini adalah tulisan terfavorit di Febdian.net (bukan saya yang bilang lho). Mengisahkan seorang petani sagu sukses yang hendak memakai dua gelar Haji di depan namanya. Ceritanya sedikit jenaka tapi pesan yang ingin saya sampaikan adalah sebuah gelar bisa yang membuat kita riya' dan sombong. Harapan saya pembaca bisa mengambil hikmah didalamnya.

Sekarang saya sudah punya blog sendiri, mudah-mudahan dengan blog ini saya lebih ligat menulis. Kalau ada teman-teman yang ingin kasi saran dan kritik tentang tulisan saya, silakan kasi komentarnya ;)

Saturday, October 15, 2005

Selatpanjang Gelap Gulite

Entah berapa lama saya tidak bisa on line dan menulis di blog ini, padahal keinginan untuk menulis sangat besar sekali. Ada yang menghalangi keinginan saya. Keadaan listrik di Selatpanjang yang sering bolak-balik hidup-mati. Bahkan terjadi pemadaman listrik total selama 8 hari (rencana awal, untung saja hanya 4 hari).

Bagi masyarakat Selatpanjang, ini bukanlah masalah yang baru, pemadaman listrik ini sudah sering terjadi, bahkan jauh sebelum saya lahir. Dua tahun yang lalu masih lumayan, Pemda meringankan masalah ini dengan menambah mesin listrik di Selatpanjang. Hasilnya tidak ada lagi pemadaman listrik di Selatpanjang. Tapi cuma bertahan selama satu tahun, setelah itu balik-balik harus gelap-gelapan karena mesin listriknya rusak. Niat baik tanpa disertai dengan kualitas yang baik, begitulah jadinya.

Mungkin masyarakat Selatpanjang lagi di uji, masalah putusnya BBM di Selatpanjang belum teratasi, timbul masalah baru, terpaksa gelap-gelapan di malam hari. Umat Islam pun tidak bisa maksimal melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan. Saya sendiri merasakan, malam hari atau subuh tidak bisa tadarus. Masjid-masjid terpaksa menggunakan lilin atau pelita sebagai penerang jema’ah yang sholat, baik itu sholat wajib maupun sholat tarawih. Lumayan masjid atau pun rumah yang memiliki mesin listrik pribadi, masih bisa merasakan terangnya cahaya. Namun, bukan berarti mereka tidak menemukan masalah, mereka terpaksa dihadapkan dengan masalah minyak yang sulit didapat dan harga yang mahal.

BBM putus, listrik putus, apa-apa semuenye jadi putus. Nak tau ape lagi yang langka di Selatpanjang? karena mati lampu terus pelite dan lilinpun jadi langka. Abis tu orang-orang berebut beli arang buat masak, akibatnya arang pun jadi langka. Hmm... kate Bujang lapuk, "Co...ba...an..."

Sunday, October 02, 2005

Kerusuhan Warnai Pendistribusian BBM

Kelangkaan BMM melanda sejumlah daerah di Indonesia, tidak terkuali di daerah saya, Selatpanjang, Riau. Untuk memenuhi kebutuhan BMM, Jum’at kemarin Pemerintah Kecamatan mengumumkan akan melakukan pendistribusian BMM setelah Sholat Jum’at yang langsung dikoordinir oleh pemerintah. Lokasi yang ditunjuk adalah Taman Cik Puan dan lapangan Gelora. Tak pelak lagi, usai Sholat Jum’at sekitar pukul 12.30 WIB, Taman Cik Puan dan lapangan Gelora dikerumuni oleh masyarakat yang ingin membeli benzin. Kemacetan pun terjadi di sekitar ruas jalan pada dua lokasi tersebut.

Dari keluarga saya yang ikut mengantri adalah adik dan kakak ipar saya. Mereka menuju Taman Cik Puan karena lokasinya sangat dekat dengan rumah saya, hanya berjarak ± 300 M. Walaupun hari panas mencentang, masyarakat rela mengantri untuk mendapatkan benzin. Tapi masyarakat sempat kecewa karena saat mereka mendatangi lokasi ternyata belum ada persiapan apa-apa yang dilakukan oleh pemerintah. Adik dan kakak ipar saya pulang karena merasa kecewa, selain itu ada juga kekhawatiran akan adanya kerusuhan karena beberapa masyarakat ada kecewa dan ingin melakukan pembakaran.
Ternyata apa yang dikhawatirkan benar-benar terjadi. Sekitar pukul 16.00 WIB terjadi insiden di dua lokasi tersebut. Di Taman Cik Puan, sebuah drum yang berisi benzin dibakar oleh massa. Sedangkan satu buah drum lainnya digelinding oleh massa dan diceburkan ke laut. Di lapangan gelora 1 buah drum ditumpahkan begitu saja ke tanah. Kerusuhan ini membuah panik masyarakat, bahkan toko-toko sempat tutup takut terkena imbas dari kerusuhan seperti yang terjadi beberapa tahun lalu di Selatpanjang.

Sebenarnya gelagat kerusuhan sudah terlihat dua hari sebelumnya, karena kekesalan masyarakat pada pemerintahan yang sepertinya tidak serius dalam menangani masalah kelangkaan BBM dan adanya monopoli dari salah seorang aparat pemerintahan yang memegang 3 APMS (Agen Premium dan Minyak Solar). Akhirnya kemarahan masyarakat tidak bisa dibendung lagi pada saat pendistribusian.

Kerusuhan berpunca karena sistem pendistribusian yang kurang baik dan lamban, sehingga masyarakat yang telah lama menunggu antrian mengamuk. Kerusuhan pun tak dapat dielakkan. Untungnya pihak keamanan cepat mengatasi sehingga api kemarahan masyarakat dapat dipadamkan. Untungnya lagi tidak ada korban jiwa.
Yang aku kasihankan adalah melihat beberapa orang yang sedang mendorong pulang sepeda motornya. Mungkin awalnya berharap akan mendapatkan bensin untuk mengisi motornya tapi insiden itu membuat ia terpaksa mendorong motornya sampai ke rumah, rasa kecewa terpancar jelas dari wajah mereka.

PeTuaH

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan