Friday, April 25, 2008

Kecurangan UN oleh Guru SMAN 1 Selatpanjang



Dunia pendidikan Indonesia tercoreng dengan ditemukannya sejumlah kecurangan dalam Ujian Nasional (UN) yang dilakukan para guru. Salah satu kecurangan tersebut terjadi di kota Selatpanjang yang saya cintai yang telah diberitakan salah satu website dengan judul Di Riau Guru Kerjakan UN. Guru dengan sengaja memberikan jawaban kepada siswa-siswanya dengan alasannya, takut siswanya tidak lulus dalam UN karena nilai kelulusan yang ditetapkan oleh pemerintah dirasakan cukup tinggi dan tidak mampu dijangkau oleh siswa.

Layakkah seorang pendidik melakukan hal demikian?
Dengan alasan apapun, tindakan tersebut merupakan sebuah aib bagi dunia pendidikan Indonesia dan tidak pantas dilakukan oleh seorang yang bergelar guru. Lebih jauh lagi, hal tersebut memberikan gambaran guru memberikan pendidikan yang tidak sehat kepada anak didiknya. Kalau sudah begini, mungkinkah orang akan respect terhadap guru?

Sebagai alumni SMA Negeri 1 Selpa (salah satu sekolah yang dikatakan telah melakukan kecurangan itu), tentu saja saya tidak tinggal diam, dan coba mencari tau kebenarannya. Ketika saya tanyakan kepada salah seorang anak dari tetangga yang duduk di kelas 3 SMAN1 Selpa, ternyata, kecurangan tersebut memang terjadi. Selain itu, para guru telah menginstruksikan kepada siswanya untuk tidak belajar menghadapi UN, karena guru siap membantu para siswa dalam menjawab soal UN.

Berbeda informasi yang saya dapatkan dari salah seorang teman wartawan. Katanya, ia ikut mengawasi jalannya UN di SMA tapi kecurangan tidak terjadi. Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Tebing Tinggi juga ikut membantah adanya guru yang melakukan kecurangan dalam UN. Sebagai bentuk bantahannya UPTD Dikpora Kecamatan Tebing Tinggi membuat surat pernyataan yang ditandatangani seluruh pengawas dan tim independen yang ikut mengawasi jalannya UN.

Lantas, benarkah telah terjadi kecurangan? Mudah-mudahan jawabannya akan ditemukan seiring berjalannya waktu.


Tuesday, April 22, 2008

Waktu Mekkah Gantikan GMT



Sebuah informasi yang aku baca tadi pagi bikin aku berdecak kagum n bangga, betapa tidak, kota Mekkah yang selama ini adalah kota sucinya umat Islam, dinyatakan sebagai kota yang berada di pusat dunia.

Berikut berita yang saya kutip dari BBCINDONESIA.com


Usul Waktu Mekkah gantikan GMT


Mekkah dianggap benar-benar berada di pusat dunia
Sejumlah ulama dan pakar ilmu Islam menyerukan agar Waktu Mekkah dipakai untuk menggantikan GMT atau Greenwich Mean Time.
Alasan mereka, seperti dilaporkan wartawan BBC Magdi Abdelhadi, adalah kota Mekkah memang benar-benar berada di pusat dunia.

Himbauan itu dikemukakan dalam sebuah konperensi di Qatar yang berjudul, Mekkah Pusat Dunia, Teori dan Praktek.

Seorang pakar Geologi berpendapat bahwa Mekkah berada di titik lintang yang persis lurus dengan titik magnetik Kutub Utara, jadi tidak seperti garis lintang lainnya.

Dia mengatakan bangsa Inggris menetapkan GMT untuk seluruh dunia ketika negara itu masih merupakan kekuatan kolonial yang besar.
Pusat pengamatan bintang Greenwich menjadi titik nol GMT

Seorang ulama terkemuka, Sheikh Youssef Al Qaradawy, mengatakan sains modern akhirnya menunjukkan bukti bahwa Mekkah berada di pusat bumi yang sebenarnya, yang sekaligus merupakan bukti tentang keagungan arah Kiblat.

Konperensi di Qatar itu juga membahas temuan seorang Muslim Perancis yang disebut arloji Mekkah.

Arloji itu dilaporkan berputar berlawanan dengan arah jarum jam --yang biasanya berputar ke kanan-- dan juga bisa menunjukkan arah Kiblat dari tempat manapun di dunia.

Konperensi Qatar merupakan bagian dari upaya dunia Islam untuk mencari bukti-bukti mengenai sains dari kitab suci Al Qur'an.

Kecenderungan ini disebut Ijaz Al-Qur'an yang kasarnya berarti keajabaiban naskah kitab suci.

Ide dasarnya adalah bahwa kebenaran ilmiah sudah tertera dalam Al Qur'an, dan merupakan tugas para ilmuwan untuk mencari bukti yang sudah ada dalam ayat-ayatnya.



PeTuaH

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan